Puisi Ayah | Puisi Tentang Ayah

Bookmark and Share
Ayah
Holy Adib

aku ingin jadi yang pertama selalu memberi cahaya untukmu
sebelum matahari bangun lalu turun ke atas daun-daun

aku ingin lebih dahulu mengucapkan selamat pagi padamu
sebelum suara burung-burung bernyanyi tentang hari baru

tak kubiarkan udara pagi masuk ke paru-parumu
sebelum udara pengabdianku mengitari tempat tidurmu

biarlah aku wahai ayah yang kini jadi tanganmu untuk menjinjing dunia
waktumu berhenti menggali tanah dan menguak langit sudah tiba

kini giliranku berdiri di pintu rumah
menjaga keluarga sembari belajar menjadi dewa

Jakarta, 22 januari 2011

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar